ADA YANG BISA SAYA BANTU

ADA YANG BISA SAYA BANTU
SMK PMB BRO

Jumat, 11 Februari 2011


DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UJIAN NASIONAL

TAHUN PELAJARAN 2010/2011

SOAL UJIAN PRAKTIK KEJURUAN

Satuan Pendidikan : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Kompetensi Keahlian : Teknik Audio Video

Kode : 1174

Alokasi Waktu : 24 jam

Bentuk Soal : Penugasan Perorangan

I. PETUNJUK

1. Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik, yang terdiri dari 6 halaman.

2. Bacalah seluruh petunjuk dan lakukan langkah keselamatan kerja.

3. Ujian praktik ini terdiri atas 3 tugas dengan rincian penugasan sebagai berikut:

§ Hari ke-1: 6 jam; perencanaan rangkaian Amplifier OTL

§ Hari ke-2: 10 jam ; perakitan rangkaian Amplifier OTL

§ Hari ke-3: 8 jam ; pengujian rangkaian Amplifier OTL

4. Peralatan utama berupa komponen Amplifier yang akan dirakit selama ujian telah

disediakan

5. Waktu pelaksanaan ujian telah ditentukan, jika peserta melakukan pelanggaran,

maka akan dikenakan sangsi.

6. Peserta wajib mentaati peraturan ujian selama pelaksanaan ujian

7. Lakukan seluruh kegiatan dengan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan

panitia dan pengawas ujian untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

8. Pengukuran serta pengujian dilakukan setelah pengawas menyatakan alat dapat di

ukur.

II. KESELAMATAN KERJA

1. Gunakan pakaian kerja ( jas lab) dan tanda peserta yang telah ditentukan.

2. Pergunakan alas solder dan alas kerja yang telah disiapkan.

3. Lakukan proses pelarutan di tempat yang telah disiapkan, jaga kebersihan

lingkungan dan bersihkan tangan setelah kegiatan.

4. Dilarang membawa tas dan makanan ke ruang ujian.

5. Duduklah pada tempat yang telah ditentukan.

6. Lakukan antrian yang tertib pada saat pengujian untuk mendapatkan hasil yang

maksimal.

7. Ujian dilaksanakan hati hati dan tertib tidak menimbulkan gangguan kepada

sesama peserta lainnya.

III. DAFTAR PERALATAN, KOMPONEN, DAN BAHAN

No.

Nama

Alat/Komponen/Bahan

Spesifikasi

Jumlah

Keterangan

1

2

3

4

5

1

Alat Tes /Alat Tangan

Bor meja/ bor tangan

Toolset

Multimeter

Osciloscope

Function Generator

Radio/Tape/VCD

Solder Listrik 30 – 50 Watt

Kikir bulat Diameter 10 mm

Kikir plat Diameter 1 cm

Obeng set Kecil

Baki pelarut 15 x 20 cm

Pembersih Detergen

Spidol Permanen hitam

Mini

Standar Praktik

20KOhm/V

2CH 20MHz

Standar Praktik

Standar Praktik

Standar Praktik

Standar Praktik

Standar Praktik

Standar Praktik

Standar Praktik

Standar Praktik

1 pcs

1 set

1 pcs

1 pcs

1 pcs

1 pcs

1 pcs

1 pcs

1 set

1 pcs

1 pcs

1 pcs

Standar

Standar

2

Komponen

R1

22KW

1 pcs

R2

56KW

1 pcs

R3

27KW

1 pcs

R4

1KW

1 pcs

R5

4K7W

1 pcs

R6

120KW

1 pcs

R7

50KW

1 pcs

R8

10KW

1 pcs

R9

10KW

1 pcs

R10

22KW

1 pcs

R11

2K2W

1 pcs

R12

5KW

1 pcs

R13

300W

1 pcs

R14

300W

1 pcs

R15

0,5W

1 pcs

R16

0,5W

1 pcs

R17

10W

1 pcs

C1

10uF/160V

1 pcs

C2

100uF/50V

1 pcs

C3

47uF/50V

1 pcs

C4

10uF/50V

1 pcs

C5

100Uf/50V

1 pcs

C6

150pF/50V

1 pcs

C7

0,022

1 pcs

C8

2200uF/50V

1 pcs

D1

1N4002

1 pcs

D2

1N4002

1 pcs

D3

1N4002

1 pcs

Q1

MPS9682/FCS9012

1 pcs

Q2

MPS9682/FCS9012

1 pcs

Q3

C2238/D400

1 pcs

Q4

C2238/D400

1 pcs

Q5

A968

1 pcs

Q6

MJ15003

1 pcs

Q7

MJ15004

1 pcs

3

Bahan

Timah Solder

Kabel

Copper clade (PCB)

Cairan kimia pelarut

Cairan perak nitrat

Box

Kertas milimeter

Kertas foto

Kertas semilog

Timah solder

Mur baut

Kain pembersih/majun

1 roll

Serabut tunggal

8x15cm

HCL, H2O2, air

AgNo3

Bentuk U 15X15

A4

Tipis 100 gr

Standar

Kualitas baik

2 cm/3mm

1

secukupnya

secukupnya

1 ons

1 lembar

1 lembar

1 lembar

4

secukupnya

IV. SOAL/TUGAS

Kegiatan Uji Kompetensi berupa pembuatan Perakitan Amplifier OTL

dilaksanakan dalam 3 tahap dengan sejumlah kegiatan. Lakukan pembuatan dengan ketentuan sebagai berikut.

A. Pembuatan PCB dan pemasangan komponen.

1. Gambarlah layout PCB secara manual pada kertas grafik dengan ukuran

10 cm x 8 cm maksimal. Kumpulkan hasilnya.

2. Buatlah layout PCB untuk memindahkan gambar atau memindahkan layout ke copperclade secara manual.

3. Larutkan coperclade dan lapisi dengan perak nitrat

4. Lakukan pengeboran PCB

5. Periksa jumlah serta kualitas komponen rangkaian yang disediakan panitia

ujian

6. Pasang komponen rangkaian.

7. Setelah disolder dan dilakukan pemotongan kaki, pekerjaan dikumpulkan.

B. Pemasangan pada box dan Pengujian

1. Pasang rangkaian yang telah dibuat ke dalam box yang telah disiapkan,

lengkapi dengan kabel sehingga siap diuji.

2. Lakukan pengujian seperti blok sebagai berikut :

Gambar 1. Susunan peralatan untuk pengujian fungsi amplifier

Gambar 2. Susunan peralatan untuk pengujian respons frekuensi

3. Isilah hasil pengukuran dan pengujian pada format yang telah disiapkan.

4. Rapihkan peralatan dan kumpulkan beserta hasil pengukuran.

5. Matikan sumber tegangan pada peralatan pengujian.

C. Presentasi dan Wawancara

1. Bereskan tampilan peralatan sehingga menjadi peralatan yang menarik.

2. Lakukan presentasi di hadapan penilai yang ditunjuk

3. Jawablah pertanyaan penguji mengenai fungsi, cara kerja dan aplikasi peralatan

yang telah dibuat.

D. Diagram skema Rangkaian.

(Skema rangkaian Power Amplifier yang akan dirakit disesuaikan dengan kondisi

komponen Amplifier OTL yang ada didaerah dan sekolah masing-masing.)

Gambar 3. Rangkaian OTL

E. Format Pengukuran

1. Berikan tegangan terbagi +/-12V rangkaian yang akan diuji.

2. Seluruh catatan hasil pengukuran harus diketahui oleh penguji.

3. Penguatan Tegangan dari hasil pengukuran....

4. Respon Frekuensi Amplifier ......... Hz ........... KHz.

5. Hasil Pengukuran dibuat grafik frekuensi respon pada kertas semilog.

No

Frekuensi (Hz)

Vin

Vout

1

100

100mV

2

200

100mV

3

500

100mV

4

1K

100mV

5

2K

100mV

6

5K

100mV

7

10K

100mV

8

12K

100mV

9

15K

100mV

10

20K

100mV

6. Daya output rangkaian ..........W.

7. Catat besar tegangan DC dari masing-masing kaki transistor menggunakan volt meter.

No

Basis (VB)

Kolektor (VC)

Emitor (VE)

VBE

VCE

Q1

Q2

Q3

Q4

Q5

Q6

Q7

Q8

6. Buatlah spesifikasi peralatan yang telah dibuat.

  • Daya Output :.....................
  • Frekuensi Respon :.....................
  • Tegangan Kerja :....................

Minggu, 14 November 2010



1. Transformator

Transformator (trafo) ialah alat listrik/e

lektronika yang berfungsi meminda

hkan tenaga (daya) listrik dari input ke output atau dari sisi primer ke sisi sekunder. Pemindahan daya listrik dari primer ke sekunder disertai dengan perubahan tegangan baik naik

maupun turun.

Ada dua jenis trafo yaitu trafo penaik tegangan (step up transformer) dan trafo penurun tegangan (step down transformer). Jika tegangan primer lebih kecil dari tegangan sekunder, maka dinamakan trafo step up. Tetapi jika tegangan primer lebih besar dari tegangan sekunder, maka dinamakan trafo step down.

Gambar 9. Simbol Trafo

Pada setiap trafo mempunyai input yang din

amai gulungan primer dan output yang dinamai gulungan sekunder. Trafo mempunyai inti besi untuk frekuensi rendah dan inti ferri

t untuk frekuensi tinggi atau ada juga yang tidak mempunyai inti (intinya udara).


Gambar 10. Bagan Trafo yang dilalui Arus Listrik

Bila pada lilitan primer diberi arus bolak-balik (AC), maka gulungan primer akan menjadi magnit yang arah medan magnitnya juga bolak-balik. Medan magnit ini akan menginduksi gulungan sekunder dan mengakibatkan pada gulungan sekunder mengalir arus bolak-balik (AC). Dimisalkan pada gulungan primer mengalir arus berfasa positip (+), maka pada gulungan sekundernya mengalir arus berfasa negatip (-). Karena arus yang mengalir digulungan primer bolak-balik, maka pada gulungan sekunderpun mengalir arus bolak-balik. Besarnya daya pada lilitan primer sama dengan daya yang diberikan pada lilitan sekunder.

Jadi Pp = Ps atau Up.Ip = Us.Is

Dimana:

Pp = Daya primer dalam watt

Ps = Daya sekunder dalam watt

Up = Tegangan primer dalam volt

Us = Tegangan sekunder dalam volt

Ip = Arus primer dalam amper

Is = Arus sekunder dalam amper

Contoh:

Sebuah trafo daya dihubungkan dengan tegangan jala-jala 220 V, arus yang mengalir pada lilitan primer 0,2 amper. Jika tegangan sekundernya 12 V. Hitunglah besarnya arus sekunder.

Penyelesaian:

Up.Ip = Us.Is 220.0,2 = 12. Is Is = 44/12 Is = 3,66 amper

Perbandingan Transformasi:

Pada umumnya jumlah lilitan primer tidak sama dengan jumlah lilitan sekunder. Untuk trafo stepup jumlah lilitan primer lebih sedikit dari jumlah lilitan sekunder, sebaliknya untuk trafo stepdown jumlah lilitan primer lebih banyak dari jumlah lilitan sekunder. Banyaknya lilitan primer dan banyaknya lilitan sekunder menunjukkan besarnya tegangan primer dan besarnya tegangan sekunder. Semakin besar tegangannya semakin banyak pula lilitannya. Jadi banyaknya lilitan berbanding lurus dengan besarnya tegangan dimasing-masing sisi. Jika lilitan sekunder= Ns dan lilitan primer = Np, maka perbandingan jumlah lilitan primer dan lilitan sekunder disebut perbandingan transformasi dan dinyatakan dengan T = Np/Ns. Pada transformator berlaku persamaan: Up/Us = Np/Ns atau T = Up/Us

Contoh:

Sebuah trafo daya tegangan primernya 220 V, tegangan sekundernya 30 V. Jumlah lilitan primernya 1100 lilit. Hitunglah banyaknya lilitan sekundernya.

Penyelesaian:

Up/Us = Np/Ns 220/30 = 1100/Ns 7,33 = 1100/Ns

Ns = 1100/7,33 Ns = 150.06 lilit

Pada teknik elektronika dikenal bermacam-macam trafo, baik untuk frekuensi tinggi maupun frekuensi rendah. Contoh trafo untuk frekuensi tinggi yaitu trafo osilator, trafo frekuensi menengah (IF), trafo spull antena (tuner). Sedangkan trafo yang dipakai untuk frekuensi rendah yaitu trafo input, trafo output, trafo filter (choke).



1. Induktor

Induktor adalah komponen listrik/elektronika yang digunakan sebagai beban induktif. Simbol induktor dapat dilihat pada gambar di bawah i

ni

Gambar 6. Simbol

Induktor

Nilai induktansi sebuah induktor dinyata

kan dalam satuan Henry. 1 Henry = 1000 mH (mili Henry). Induktor yang ideal terdiri dari kawat yang dililit, tanpa adanya nilai resistansi. Sifat-sifat elektrik dari sebuah induktor ditentukan oleh panjangnya induktor, diameter induktor, jumlah lilitan dan bahan yang mengelilinginya.

Induktor dapat disamakan dengan kondensator

, karena induktor dapat dipakai sebagai pe

nampung energi listrik. Di dalam induktor disimpan energi, bila ada arus yang mengalir melalui induktor itu. Energi itu disimpan dalam bentuk medan magnit. Bila arusnya bertambah, banyaknya energi yang disimpan meningkat pula. Bila arusnya berkurang, maka induktor itu mengeluarkan energi.

Rumus untuk menetukan induksi sendiri dari sebuah induktor gulungan tunggal ialah:

L = 4 x ( x r x (2xr/d + 0,33) 10-9 x n

Dimana: L = Induksi sendiri dalam satuan

Henry (H)

r = jari-jari koker lilitan

d = diameter tebal kawat dalam cm

n = jumlah lilitan

Gambar 7. Induktor Gulungan Tunggal

Contoh:

Berapakah besarnya induksi diri sebuah induktor tunggal dengan jari-jari koker 0,5 cm sebanyak 100 lilitan dengan diameter kawat 1 mm?

Jawab: L = 4 x ( x r x (2r/d + 0,33) x 10-9 x n

L = 4 x 3,14 x 0,5 x (2x0,5/0,1 + 0,33) x 10-9 x 100

L = 6,48 uH

Induktor dengan gulungan berlapis nilai induksi diri dapat dicari dengan rumus: L = n2 x d x ( x 10-9

Dimana: L = Induksi sendiri dalam satuan Henry (H)

n = jumlah lilitan

d = diameter koker dalam

cm

l = panjang gulungan dalam cm

( = nilai perbandingan

h = tinggi (tebal) lapisan dalam cm

1 – (2xh/(d+h))

Nilai perbandingan: ( = 20 x -----------

-----------

1 + (2xl/(d+h))





Gambar 8. Gulungan berlapis

Contoh:

Sebuah spull trafo IF radio listrik mempunyai data-data sebagai berikut, n = 100, d = 2 cm, h = 1 cm, l = 2 cm. Hitunglah besarnya nilai induksi diri.

Jawab:

1 – (2xh/(d+h))

Nilai perbandingan : ( = 20 x ----------------------

1 + (2xl/(d+h))

1 – (2x1/(2+1))

Nilai perbandingan : ( = 20 x ----------------------

1 + (2x2/(2+1))

1 – 0,66

Nilai perbandingan : ( = 20 x ------------- ( = 20 x 0,14 ( = 2,8

1 + 1,33

L = 1002 x 2 x 2,8 x 10-9 L = 56 uH

Komponen elektronik yang termasuk induktor karena memakai lilitan kawat antara lain:

  • Trafo daya yang dikenal dengan trafo step up dan trafo step down
  • Trafo frekuensi rendah dikenal dengan trafo input dan output
  • Trafo frekuensi tinggi misalnya spull antena dan spull osilator
  • Trafo frekuensi menengah antara dikenal dengan trafo IF
  • Gulungan bicara pada mikropon atau gulungan yang terdapat pada spiker dikenal dengan moving coil.
  • Gulungan pada relay
  • Gulungan pada filter frekuensi tinggi dikenal dengan nama Rfc (Radio frekuensi choke) dan frekuensi rendah (choke)
  • Gulungan pada motor listrik atau dinamo listrik
  • Gulungan pada head playback, head rekam dan head hapus (erase head)